Banyak orang yang gak tahu mengenai ini.
Ban Vulkanisir, merupakan teknologi pesawat terbang yang kemudian ditiru transportasi darat seperti truk dan bus. Berita dari detik.com ini sekitar 3 tahun lalu, tapi entah dephub ini benar2 menjalankan tugasnya atau hanya sekedar "menyenangkan masyarakat awam yang sok tahu." Apakah benar ban re-tread atau vulkanisir itu sebetulnya tidak boleh dan bisa menyebabkan pesawat tergelincir?
http://www.detiknews.com/read/2006/03/13/170140/557827/10/dephub-cabut-rute-maskapai-yang-salahi-aturan-ban-vulkanisir
Banyak sekali teknologi penerbangan yang sederhana dan mudah diaplikasikan yang kemudian ditiru transportasi darat yang dianggap masyarakat kita yang gengsian ini "lebih rendah kastanya" ketimbang transportasi udara, sehingga menimbulkan panik dan kekisruhan begitu mereka baru tahu kalau teknologi yang sama dipakai di dunia penerbangan.
Dephub menyatakan pesawat cuma boleh menggunakan ban vulkanisir 3 kali periode (20 cycle per periode) buat MLG (roda pendarat utama) dan tidak boleh buat Nose Landing gear (roda pendarat hidung). Setahu saya sih di luar negeri ban vulkanisir itu lumrah digunakan dan ada standar tertentu sampai habis masa pakainya. Pernyataan yang dikutip di sumber diatas terkesan memojokan teknologi ini dan hanya merupakan respon asal-asalan menghadapi kecemasan masyarakat awam saja.
Saya rasa mereka harus bijak menyikapi hal ini dengan penjelasan logis dan sederhana mengenai seperti apa dunia penerbangan itu. Tentunya sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab, pastinya masyarakat percaya (walaupun pastinya ada yang bebal). Lagipula penyebab pesawat tergelincir itu gak cuma pesawatnya sendiri kok, kondisi bandaranya sendiri juga (malah terkadang jauh lebih berpengaruh), lalu ada faktor manusia (pastinya), lalu cuaca (paling sering jadi kambing hitam), dan masih banyak lagi. Jangan sampai ini jadi bumerang bagi industri lokal aja. Sementara airline luar bisa mengirit dengan ban vulkanisir, kitanya merugi karena aturan yang dibuat tergesa-gesa.
Ini opini saya.
Sebagai contoh lain,
NOS atau Nitrous Oxide itu sendiri merupakan injektor penambah tenaga mesin piston pesawat terbang yang digunakan pesawat tempur Jerman pada masa perang dunia 2. Masyarakat awam baru tahu teknologi ini kebanyakan setelah bermain game balapan mobil tuned seperti serial NFS (Need For Speed) dan dari film "The Fast and The Furious." Sepertinya agak terlambat sekitar setengah abad.
Fiberglass itu pertama kali ditemukan untuk pesawat terbang, dipakai di bomber Inggris pada perang dunia 2 untuk menutupi antena radar mereka. Sampai hari ini radome atau moncong pesawat itu terbuat dari fiberglass khusus. Saya berharap sih tidak ada yang cemas begitu mengetahui hidung pesawat yang biasa mereka tumpangi terbuat dari bahan yang sama dengan sebagian interior mobil pribadi.
CMIIW (koreksi) dan tambahannya anyone? I would like to know further. There is a lot of weaknesses and downside of our aviation industry. Still, I hate it when seeing people complaining too much about the good thing, but not the wrong ones.
< Message edited by Yohannes -- 09/5/2009 22:35:29 >
_____________________________
Love your hobby? Click this banner!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar